Melahirkan Premature di Usia Kehamilan 23 Minggu

October 18, 2017


Lanjutan dari postingan Dua Kali Hamil Dalam Satu Tahun

Sesampainya di UGD rumah sakit, saya kemudian diperiksa dalam oleh perawat di sana. Ternyata jalan lahirnya sudah bukaan 3. Yaa Allah…

Saya disuruh menunggu 4 jam. Jika dalam 4 jam bukaan tidak bertambah, masih bisa dipertahankan. Tapi jika terus bertambah, maka jalan satu-satunya harus dilahirkan.

Jam 4 pagi dicek lagi, ternyata bukaannya bertambah jadi 5. Kecil kemungkinan untuk bisa dipertahankan. Dan setelah itu juga masih diminta menunggu lagi 4 jam.

Suami menemani sendirian. Mencoba menghubungi keluarga yang lain tapi tidak ada yang merespon karena memang tengah malam. Saat pagi baru orang tua dan keluarga lain berdatangan.

Semua berharap bisa dipertahankan entah diberi obat penguat atau apa. Tapi wallahualam. Bukaan terus bertambah dan memang harus dilahirkan. Jam setengah 9 pagi bukaan sudah lengkap. Dibantu dua perawat, dengan dua kali mengejan saya melahirkan secara normal bayi laki-laki yang hanya saya lihat sekilas, karena setelah itu dia harus segera masuk ruang incubator karena premature.

Semua berlalu begitu cepat. Saya melahirkan bayi laki-laki dengan berat badan hanya 525 gram dan panjangnya hanya 27 cm. Sangat kecil.

Banyak doa terselip dalam namanya
  
Setelah membersihkan diri, saya dipindah ke ruang perawatan. Saya juga sempat meminta suami membuat surat kelahiran di bagian administrasi rumah sakit untuk mengurus BPJS si anak. Harapan kami terhadapnya sangat besar.

Tapi pada malam harinya kami mendapat kabar buruk. Saya dan suami diminta ke ruang incubator. Anak kami yang mungil badannya sudah agak menghitam. Detak jantungnya sudah mulai menurun. 
Dokter meminta saya untuk mengikhlaskannya. Dan saya hanya bisa menangis.

Anak pertama kami, harapan kami, hanya bisa hadir di hidup kami selama 13 jam saja. Allah memintanya kembali dengan cepat. Mungkin kami belum pantas dan layak untuk merawatnya. Jadi Allah memberinya kehidupan yang lebih layak di surga-Nya.


Dua Kali Hamil dalam Satu Tahun

Setelah melahirkan, setelah almarhum bayi kami dibawa pulang dan dimakamkan, saya masih harus mendapat perawatan selama 3 hari di rumah sakit karena dari hasil laboratorium jumlah darah putih saya sangat tinggi di atas batas normal.

Di hari terakhir perawatan saya bertemu dokter Spog dan kami mendapat harapan kembali. Karena saya melahirkan normal, tanpa jahitan dan tanpa tindakan kuret, saya diperbolehkan untuk langsung hamil lagi.

Dan benar saja. Setelah dua minggu masa nifas dan satu kali haid di akhir bulan April 2017, bulan depannya saya sudah telat haid. Tidak pakai lama saya langsung membeli beberapa testpack. Setelah dua minggu telat dan dicek menggunakan testpack, Alhamdulillah positif hamil lagi.

Sudah semacam kejar setoran. Tapi memang kami sudah sangat menginginkan punya keturunan. Terlebih adik-adik kami yang lain juga sudah punya anak.

Anak adalah harapan kami. Anak adalah masa depan kami. Anak adalah kebahagiaan kami…

Di bulan ini, Oktober 2017, adalah tahun kedua kami menikah. Alhamdulillah usia kandungan di hamil kedua ini sudah memasuki 25 minggu. Alhamdulillah juga dari awal hamil sampai hari ini berjalan lancar dan segalanya sehat.

InsyaAllah Januari 2018 nanti saya akan melahirkan yang kedua kalinya. Dua kali hamil dan dua kali melahirkan dalam jangka waktu satu tahun ini adalah peristiwa yang tidak akan pernah saya lupakan dalam perjalanan hidup saya untuk menjadi seorang IBU…

You Might Also Like

3 comments

  1. Semoga sehat dan lancar sampai melahirkan ya mbaa.... unda undi sama saya, sekarang saya 26 minggu 3 hari. Suka deg-degkan dan khawatir karena anak pertama. Trus lagi di sini sendirian ga ada ortu atau mertua... hihi.
    saya tinggal di malang juga mb, tinggal di daerah karang ploso, pernah sekali karena terpaksa ke puri bunda, abis ndungup dari motor dan prima husada tempat saya biasa kontrol ga ada dokternya dihari sabtu... sekarang periksanya di bidan aja, takut caesar kalo di RS (denger2 kalo dokter spesialis suka males riber akhirnya dicaesar):D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. maaf baru kebaca komentarnya..
      Aamiiin.. semoga mb juga lancar yaa nanti lahirannya..
      Salam kenal dan terimakasih sudah berkunjung ^_^

      Delete
  2. Semoga saya bisa segera hamil lagi. Saya jg melahirkan baby prematur mbak,cerita mbak mirip dgn apa yg saya alami

    ReplyDelete