Cara Mengatasi Ruam Popok yang Ampuh Pada Bayi

September 07, 2018


Saya sedih dan stres banget waktu baby K mengalami ruam popok di usianya yang belum satu bulan.

Tapi kalau saya cuma stres berkepanjangan, baby K gak akan sembuh-sembuh.
Saya cari berbagai macam cara mengatasi ruam popok.

Memang baby K dari lahir sudah menggunakan diapers selama 24 jam penuh yang diganti tiap 4 jam.
Tapi meskipun rajin ganti popoknya ternyata masih bisa juga kena ruam.
Sedih banget tiap lihat kulit di sekitar area sensitifnya yang merah-merah.

Cara mengatasi ruam popok

  •     Pakai popok kain.
Ini cara pertama yang saya coba, Mom. Stop pakai diapers, ganti dengan popok kain.

Tapi ternyata saya gak sanggup karena baby K pipisnya banyak banget. Baru saja diganti, eh baby K sudah pipis lagi.

Saya juga coba pakai clodi (cloth diapers).

Entah kenapa, mungkin saya yang gak paham pemakaiannya, juga masih cepat bocor.

Dan waktu itu baby K masih sangat kecil, sama neneknya gak boleh dipakein clodi karena takutnya nanti baby K kakinya ngangkang karena bentuk clodi yang lebar.

  •     Dioles menggunakan rash cream/baby cream khusus ruam.
Akhirnya saya ke toko perlengkapan bayi, dan membeli rash cream sesuai saran dari sepupu karena dia sudah berpengalaman dengan ruam popok.

Rash cream ini dioleskan tipis-tipis saja tiap sebelum pakai popok. Pastikan kulit dalam keadaan kering dan setelah dioleskan didiamkan dulu beberapa menit.

Hasilnya? Ruam merahnya berkurang sih. Tapi sedikit sekali. Sampai saya beli dua rash cream dengan dua merk yang berbeda dan hasilnya pun tetap sama.

Ada juga yang menyarankan dioles dengan salep A, salep B.

Jujur saja, untuk penggunaan salep pada kulit bayi, apalagi di area sensitif, saya tidak berani. Jadi saya lebih memilih rash cream/baby cream yang memang khusus untuk bayi.

  •     Ganti merk diapers.
Setelah hampir dua mingguan ruam tak kunjung sembuh (alhamdulillah-nya baby K tidak rewel), suami diberi saran oleh temannya untuk mengganti merk diapers.

Di toko perlengkapan bayi, saya coba tanya-tanya ke SPG di counter diapers.

Dengan merk yang sama dengan yang dipakai baby K sebelumnya, tapi yang kualitasnya lebih baik (atau bisa dibilang yang harganya lebih mahal), apakah bisa mengurangi kulit ruam.

Kata mbak SPG-nya, memang lebih baik stop diapers dulu dan pakai popok kain.

Walaupun pakai yang paling mahal atau paling murah belum tentu bisa menyembuhkan ruam popoknya.

Yaa, saya tau sih, hehe. Tapi siapa tahu kan dengan memakai diapers yang mungkin lebih cepat menyerap, lebih cepat kering, lebih halus, bisa sedikit-sedikit menyembuhkan ruam.

Akhirnya saya pindah ke counter merk lain sesuai yang disarankan temannya suami dan saya beli diapers tersebut. Sampai di rumah langsung saya ganti diapers baby K.

Dan cara mengatasi ruam popok yang ampuh untuk baby K adalah...

Saya lupa berapa hari tepatnya, yang pasti sih gak lama, gak sampai satu minggu, alhamdulillah ruamnya sembuh. Tetap dengan penggunakan rash cream setiap sebelum pakai diapers.

Alhamdulillah sampai saat ini, usia baby K hampir 8 bulan, sudah tidak pernah mengalami ruam popok lagi.

Ketika beberapa teman mengalami hal yang serupa pada anaknya, bahkan ada yang ruamnya lebih parah, saya coba menyarankan untuk mengganti merk diapers juga.

Dan benar saja, ruam popok pada anaknya juga lebih cepat sembuh.

Tapi perlu diingat, kondisi kulit bayi sudah pasti berbeda-beda antara bayi satu dengan lainnya.

Alhamdulillah ruam popok yang baby K alami tidak terlalu parah. Kalau memang dirasa parah, ada baiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak atau dokter spesialis kulit.

Demikian pengalaman saya mengatasi ruam popok untuk baby K.

Mom punya pengalaman yang sama atau cara mengatasi ruam popok yang berbeda?

Jika berkenan bisa berbagi di kolom komentar ya ^^

You Might Also Like

0 comments