Mendapatkan Uang Dari Media Sosial

November 24, 2018

Source: Pixabay
Setuju gak sih kalau saat ini media sosial menjadi semacam candu?
Bangun tidur buka facebook, lagi makan buka youtube, mau tidur buka instagram.

Apalagi buat ibu rumah tangga pengangguran seperti saya ini. Media sosial jadi semacam hiburan buat saya.

Padahal sih gak ada yang bikin bahagia ketika saya scroll-scroll timeline yang tak berujung itu. Masih lebih membahagiakan kalau diajak jalan sama suami.

Tapi ya itu, semacam candu, gak bisa gak dibuka.

Punya Uang Jajan Tambahan Karena Media Sosial

Tapi saya juga berterima kasih kepada pencipta media sosial. Dengan adanya facebook, saya bisa jualan. Lebih mudah jualan di facebook daripada door to door ke tetangga. Lebih luas jangkauannya tanpa saya harus keliling-keliling nawarin barang.

Dulu saya jualan piring saji yang unik-unik waktu masih hamil trimester ketiga. Bayangin kalau gak ada medsos.

Siang-siang, panas-panas, saya harus keliling-keliling kota dengan perut besar, sambil bawa-bawa piring, demi jualan laku karena pengen punya uang jajan sendiri.

Kayaknya kalau gitu saya mending gak jualan piring, saya seriusin aja nulis blog, hehe.

Tapi karena ada medsos, sambil leyeh-leyeh di rumah, tinggal upload, pembelinya dateng sendiri. Kalau sudah deal baru deh keluar rumah untuk kirim barangnya. Dimudahkan sekali lah pokoknya dengan adanya medsos.

Suami saya juga memulai usahanya melalui facebook. Sudah 3 tahun ini usahanya jalan dan sudah punya pelanggan tetap walaupun suami saya sudah tidak seaktif dulu untuk promosi lewat facebook.

Bahkan seringnya suami saya dapat pelanggan baru atas rekomendasi dari pelanggan-pelanggan lamanya. Lagi-lagi karena media sosial terutama facebook. Thanks yaa om Mark Zuckerberg ^_^

Jika kita bisa menggunakan media sosial dengan baik, maka hasilnya pun akan baik.

Tapi sayangnya tidak semua orang bisa menggunakan media sosial dengan bijak. Pasti kita semua tahu bahwa masih banyak orang-orang yang menggunakannya untuk kejahatan.

Medsos juga berpeluangan memberikan dampak yang bahaya terutama untuk anak-anak di bawah umur yang masih banyak rasa penasarannya.

Mungkin para pengembang sistem media sosial bisa mengubah kebijakan untuk registrasi menggunakan NIK. Agar tanggal lahir tidak bisa dipalsukan, sehingga anak di bawah umur pun gak bisa main medsos.

Itu pemikiran saya saja sih, hehe.

You Might Also Like

7 comments

  1. Wah kalo saya masih malu malu meong malah kalo jualan di facebook, jadinya ya gitu, progress dalam mencari pundi-pundi 0 doang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga malu2 kalau di dunia nyata.. berhubung ini dunia maya, saya bisa lebih pede aja mau ngomong ini itu 😁

      Delete
  2. Keren n kreatif bgt mba... Ak sih blm brani jualan hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karna kepengen menghasilkan duit sendiri sih mbak, hehe

      Delete
  3. Registrasi medsos pakai NIK? Sebetulnya sekarang kita menuju ke sana lho. Satu orang cuma boleh punya 1 KTP nasional. Satu KTP nasional cuma boleh punya 3 nomer telepon. Tinggal kewajiban sosmed untuk memasukkan nomer telepon di akunnya. Itu sudah akan banyak membantu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mbak, yang penting bisa ketahuan bahwa yg register di bawah atau di atas 17 th

      Delete
  4. Sangat positif sekali medsos sebagai ajang berjualan/promosi.. kalo aku sih sebenarnya tertarik juga jualan online tapi bingun mulainya dari mana dan yang dijual apa..hehe

    ReplyDelete