Liburan ke Bali Selama Seminggu ala #KeluargaKei

October 10, 2019



Liburan ke Bali 2019 - Jadi, sudah 10 bulan berlalu sejak kami liburan ke Bali akhir tahun kemarin dan sudah mau berganti tahun lagi. Tapi tulisan mengenai cerita perjalanan, itinerary dan biayanya tak kunjung selesai juga :D

Rupanya saya lebih semangat untuk posting di instagram daripada menulis cerita lengkapnya di blog, hehe. Sebenarnya karena laptop saya sedang bermasalah sih, jadi saya malas mau ngeblog. Akhirnya saya hanya posting di instagram saja.

Sekarang ini alhamdulillah laptop saya sudah berfungsi kembali setelah reset ulang windows-nya. Siap menyimak detail ceritanya? ^_^

---

Sampai saat ini, saya masih menerima pertanyaan tentang bagaimana liburan kami ke Bali saat itu. Beberapa kawan mengirimkan pesannya melalui messenger juga whatsapp.

Ah, saya senang menerima pesan-pesan itu. Artinya, postingan-postingan saya di media sosial bermanfaat untuk orang lain. Bukankah begitu?

Baiklah, mari kita mulai. Pertanyaan awal yang ditanyakan pada saya adalah:

1. Waktu liburan ke Bali, jalan sendiri atau pakai jasa agen tour? 

Jadi, saya lebih suka jalan sendiri, mengatur segala sesuatunya sendiri. Biasanya disebut dengan istilah backpacker. 

Alasannya adalah kita bisa bebas kemana-mana dan point pentingnya adalah lebih hemat biaya (nanti akan kita buktikan apakah benar-benar hemat biaya :D )

Dulu saya pernah bekerja di agen tour. Mereka juga bisa kok membuat itinerary atau agenda perjalanan sesuai kemauan customer. Khusus private tour yaa. Tapi pastinya akan ada tambahan biaya untuk jasa mereka.

Dan lagi, karena saya pergi bersama anak dengan usia 11 bulan, rasanya lebih fleksibel jika jalan sendiri. Karena kami bisa kembali ke hotel kapanpun jika dirasa si kecil butuh istirahat.

Selain itu, kita juga bebas menentukan waktu liburan.

Rencananya, kami akan liburan ke Bali selama 4 hari. Tapi setelah 3 hari di sana, kami merasa kurang puas. Karena budget masih cukup, akhirnya kami tambah menjadi 7 hari.


- Gak takut nyasar?

InsyaAllah tidak.
Selama liburan ke Bali, atau liburan kemanapun, saya selalu mengandalkan peta di handphone. Saya bertugas sebagai pemandu jalan untuk AyahKei yang bertugas sebagai driver.

Yaa, ada lah salah-salah sedikit saat membaca peta. Harusnya belok kanan, jadi belok kiri. Atau harusnya belok, tapi malah kelewatan. Hanya hal-hal wajar yang tidak sampai menyesatkan.

Jangan lupa selalu bawa charger dan juga powerbank karena menggunakan aplikasi peta cukup menguras daya baterai HP.

--

Kekurangan jalan sendiri adalah memang kita menjadi ribet sendiri. Mengatur segala sesuatunya sendiri.

Untuk liburan ke Bali ini saya mulai mempersiapkannya sejak 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan.

Dimulai dengan mencari tahu tentang tempat wisata, penginapan, transportasi, hingga urusan perut juga tidak boleh luput dari persiapan.

Ribet tapi serunya memang di situ ^_^

Kalau menggunakan jasa tour, kita tinggal duduk manis dan diantar kemana-mana, makan sudah ada yang menyiapkan, dsb.

2. Liburan ke Bali naik apa?


Inginnya sih bawa mobil pribadi biar gak ribet dengan barang bawaan. Tapi karena belum punya mobil, jadinya kami naik kendaraan umum (semoga ada yang mendoakan agar kami punya rejeki buat beli mobil :D)

Saya dan AyahKei sempat berdiskusi yang tak berujung mengenai transportasi dari Malang ke Bali.

Kalau saya sih lebih suka naik kereta api selain karena tidak akan kena macet, juga ruang geraknya lebih longgar dan leluasa. Dan lagi biayanya lebih hemat (emak-emak mode on).

'Memang ada kereta api Malang-Bali?'

Dulu pernah baca, KAI bekerjasama dengan Damri untuk rute Surabaya-Bali. Jadi naik kereta dari Surabaya-Banyuwangi, lalu lanjut naik Damri ke Bali. Tiketnya sudah jadi satu.

Tapi entah sekarang sepertinya sudah tidak ada.

Jadi kalau mau liburan ke Bali menggunakan transportasi kereta api, turun di Stasiun terakhir Banyuwangi Baru. Lanjut jalan kaki sekitar 500 meter menuju pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Gilimanuk. Sampai di Gilimanuk baru mencari angkutan umum berupa minibus yang menuju Denpasar.

Ribet ya? :D

Pantesan AyahKei gak setuju dan tetap ngotot naik bus malam saja walaupun biayanya sekitar 80ribu lebih mahal.

Yasudah saya manut saja. Memang kalau dipikir-pikir, akan lebih merepotkan jika harus berganti-ganti kendaraan dengan barang bawaan yang tidak ringan dan tidak sedikit.

Barang bawaan kami, setelah mengirimkan 4kg baju kotor dan sebelum ditambah oleh-oleh

- Bus Malang-Denpasar

Karena liburan ke Bali bersama bayi, prioritas kami adalah kenyamanannya. Ini gak boleh diabaikan jika ingin liburan berjalan nyaman, lancar dan aman.

Akhirnya kami memilih menggunakan transportasi bus malam untuk mengantarkan kami ke Bali. Begitu juga untuk pulangnya.

Ada beberapa pilihan PO bus yang memiliki rute Malang-Denpasar PP. Bisa cek melalui berbagai aplikasi OTA (online travel agent).

Kami memilih bus malam dari PO Gunung Harta. Tidak ada alasan khusus. Hanya saja mereka lebih punya nama. Dan garasinya pun tidak jauh dari rumah kami.


Saya membeli tiketnya melalui aplikasi Traveloka. Lumayan ada potongan harga dari harga asli. Dan saat itu sedang ada promo diskon tambahan sebesar 100ribu untuk pembelian minimal 500ribu.

Pembelian tiket bus ini tersedia di aplikasi 30 hari sebelum tanggal keberangkatan.

Nanti saat hari keberangkatan, tinggal katakan saja bahwa sudah membeli tiket melalui Traveloka, lalu tunjukkan bukti pembelian yang ada di aplikasi. Beres deh, tinggal naik.

Karena kami liburan ke Bali saat peak season, musimnya liburan, bus rute Malang-Denpasar hanya ada bus tipe Executive Solutions. Sedangkan rute sebaliknya ada bus tipe Executive biasa dengan harga yang lebih murah.

Harga tiket bus PO Gunung Harta rute Malang-Denpasar PP
Executive Rp 220.000 (harga di Traveloka Rp 190.000)
Executive Solutions Rp 275.000 (harga di Traveloka 256.500)

Karena saat itu kami tambah hari, otomatis kami harus reschedule jadwal bus untuk pulang. Saya menghubungi kantor Gunung Harta di Denpasar via telepon. Untungnya sih masih bisa, tapi kami jadi duduk di kursi tambahan. Kurang nyaman sebenarnya.

Dan juga ada tambahan biaya reschedule sebesar Rp 170.000 untuk 2 kursi. Fiuuuh, gak jadi lumayan tapi lumanyun ini sih.

- Jadi, berapa total biaya tiket bus yang dibayarkan untuk 2 orang? 

Mari kita berhitung!

Bus Malang-Denpasar Rp 256.500 x 2 = Rp 513.000
Bus Denpasar-Malang Rp 190.000 x 2 = Rp 380.000
Total Rp 893.000 - promo diskon 100.000 + biaya reschedule = Rp 963.000

Tentu kalian bisa dapat harga yang lebih murah jika tidak pergi saat peak season, jika tidak mengubah jadwal bus yang sudah terbeli, dan jika kalian pergi menggunakan transportasi kereta api. Biayanya bisa 50% lebih murah daripada biaya di atas.


Absolutely, it's depend on your choice!

3. Selama di Bali, menginap di mana?


Nah, ini juga poin penting yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum pergi liburan

Hotel dan penginapan di Bali sangatlah banyak. Tinggal sesuaikan saja dengan budget dan lokasi yang diinginkan. Saya sih biasanya cari-cari info melalui aplikasi OTA.

Aplikasi OTA dan maps selalu jadi andalan saya ketika sedang merencanakan liburan.

Untuk info lengkap mengenai hotel dan penginapan di Bali akan saya tuliskan di post selanjutnya yaa ^_^. Jika berkenan bisa follow blog ini untuk dapat update-nya melalui email :)

See yaa!!

You Might Also Like

0 comments