Hotel dan Penginapan Murah di Bali Tempat #KeluargaKei Menginap

June 08, 2021

Hotel dan penginapan murah di Bali - Ketika AyahKei mengkonfirmasi bahwa kami jadi liburan ke Bali saat akhir tahun, hotel dan penginapan adalah hal pertama yang saya siapkan. Mengapa?

1. Tarif hotel bisa berubah-ubah.

Saya mulai mencari informasi mengenai hotel dan penginapan di Bali sejak 5 bulan sebelum tanggal keberangkatan. Harapan saya sih dapat harga yang 'bagus'.

Karena kami liburan ke Bali saat akhir tahun, bisa dipastikan bahwa tarif kamar hotel dan penginapan juga akan naik. Siapa tahu jika booking jauh-jauh hari bisa dapat harga lebih murah.

Selain itu untuk menghindari kehabisan kamar. Karena hotel murah dengan lokasi strategis pasti akan menjadi incaran banyak orang yang akan liburan akhir tahun juga.

2. Belum yakin akan liburan berapa lama

Rencana awal kami liburan ke Bali hanya 4 hari 3 malam. Berangkat hari Jumat sore tanggal 28 Desember 2018. Pulang hari Selasa, 1 Januari 2019.

Namun, 2 minggu sebelum keberangkatan AyahKei mengatakan bahwa tidak apa-apa jika ingin tambah semalam lagi.

Ekspektasinya saat malam tahun baru kami akan jalan-jalan dan begadang di sekitar Pantai Kuta. Jika siangnya langsung perjalanan pulang ke Malang, sepertinya akan sangat melelahkan.

Hotel dan Penginapan Murah dekat Pantai Kuta

Pertimbangan saya dalam memilih akomodasi, yang pertama adalah lokasi.

Bali sangat terkenal dengan pantai-pantainya. Dan saya sangat suka menikmati matahari tenggelam di pinggir pantai. Karena itulah saya memilih hotel yang dekat dengan pantai Kuta.

Biar setiap hari bisa sunset-an, gitu ceritanya.

sunset pantai kuta

Kenapa harus pantai Kuta? Kan masih banyak pantai lainnya.

Karena menurut saya Kuta adalah lokasi yang paling ramai di Bali. Bisa dilihat dari banyaknya hotel, banyak warung dan toko, macetnya jalanan, banyaknya wisatawan domestik maupun mancanegara yang menuju ke sana, dll.

Hingga ada istilah, belum ke Bali kalau belum ke Kuta.

Pertimbangan kedua adalah fasilitas, terutama air hangat untuk mandi karena saya liburan dengan anak berusia di bawah 1 tahun.

Dan ternyata banyak juga hotel dan penginapan murah yang memiliki fasilitas shower dengan air hangat.

Fasilitas lain yang juga penting adalah televisi. Saya sampai membawa USB berisi video-video untuk hiburan si kecil. Sebagai antisipasi jika dia merasa tidak nyaman atau bosan karena tidur di kamar baru.

Untuk fasilitas lain-lainnya sih tidak terlalu macam-macam. Yang penting kamar juga toiletnya bersih, itu sudah cukup bagi saya.

Jadi, #KeluargaKei menginap di mana selama di Bali? 

1. Pop Hotel Kuta Beach

Pic source : pophotels.com

Ini hotel incaran saya yang pertama untuk menginap 3 malam di Bali. Lokasinya cukup dekat dengan Kuta. Jalan kaki kurang lebih 5 menit, kita sudah sampai di tepi pantai.

Tapi, untuk peak season, rate mereka masih cukup tinggi untuk kantong saya, sekitar Rp 500.000-an per malam tanpa sarapan. Jadi, saya urungkan untuk memesan kamar hotel ini. Sambil terus memantau semoga suatu saat akan turun harganya.

Dan sepertinya semesta mengiringi doa saya. Tuhan mengabulkan keinginan saya.

Pada bulan Oktober, di feed instagram saya tiba-tiba ada iklan dari akun @tauziahotels, yaitu perusahaan management hotel yang menaungi beberapa hotel seperti Harris Hotel, Fox Hotel, Yello Hotel dan Pop! Hotel.

Iklan tersebut berisi informasi discount hingga 40% untuk room rate jika mendaftar menjadi anggota My Tauzia Privilege. Promo tersebut berlangsung hanya selama 2 minggu akhir di bulan Oktober. Dan periode inap hingga tanggal 30 Desember.


Saya coba masuk ke website mereka kemudian mendaftar. Setelah itu saya masuk ke menu booking. Benar saja, rate Pop! Hotel Kuta Beach incaran saya mendapat discount dan harganya menjadi Rp 350.000-an per malam tanpa sarapan. Lumayan banget kan ini. Untuk menginap 3 malam, saya jadi berhemat 450.000.

Akhirnya saya konfirmasi ulang ke AyahKei dan dia oke saja. Gak pakai lama langsung saya booking dan payment. Beres.


Fasilitas Pop! Hotel Kuta Beach

Pop! Hotel terkenal dengan bangunan yang warna warni, kamar yang unik dengan kamar mandi berbentuk kapsul.

Begitu masuk Pop! Hotel Kuta Beach, ada meja resepsionis yang bersebelahan dengan resto. Di seberangnya ada kolam renang yang cukup luas.

Saya disambut oleh staff resepsionis yang ramah. Karena saya datang masih jam 10 pagi, jadi saya hanya mengkonfirmasi bahwa sudah booking dan hendak menitipkan tas karena saya akan langsung jalan-jalan.

Sore harinya saya baru kembali dan langsung check in. Saat check in, ada uang deposit yang diminta sebesar Rp 30.000 dan akan dikembalikan saat check out.

Saat itu saya mendapat kamar di lantai 3 dengan ukuran 3x6 meter. Ruangannya cukup bersih dan tidak pengap juga walaupun jendela tidak bisa dibuka.

pophotels.com 

 Tempat tidurnya berukuran 180x180, cukup untuk kami tidur bertiga. Di sebelah tempat tidur juga masih ada sofa cukup panjang.

Di sudut ruangan ada wastafel dan cermin. Dan di sudut lainnya ada meja kecil dengan brankas mini di bawahnya, serta gantungan baju di atasnya. AC dan TV juga berfungsi dengan baik.

Kamar mandinya juga cukup bersih dengan fasilitas shower air hangat. Hanya saja lantai kamar mandi yang berbentuk kapsul itu terasa licin.

Dan lagi, ketika mandi, airnya ada yang mengalir ke luar. Sehingga lantai di luar ikut basah. Karena tidak tersedia keset, saya jadi membeli sendiri kain pel untuk diletakkan di depan pintu kamar mandi.

Setiap hari akan diberi 2 botol air mineral dengan ukuran 500 ml. Jika kurang, tersedia air dalam galon di depan lift, di masing-masing lantai.

Kamar juga dibersihkan setiap hari. Hanya saja, sampah di dalam kamar mandi tidak diambil. Jadi sampah diapers anak saya sampai menumpuk sampai hari terakhir.

Secara keseluruhan, kami senang menginap di Pop! Hotel Kuta Beach ini.


2. Pandawa Beach Homestay

Ketika AyahKei meminta untuk tambah hari, saya jadi kelimpungan lagi mencari penginapan. Mau menginap di hotel yang sama tapi harganya yang sudah gak sama :D.

Pertimbangan saya memilih penginapan berikutnya ini adalah suasana. Walaupun hanya menginap semalam, saya ingin mencari penginapan yang berkesan.

Inginnya sih pagi-pagi bisa menikmati matahari terbit tidak jauh dari penginapan. Jadi, saya punya beberapa opsi. Menginap di daerah pantai Sanur, Kintamani, atau pantai Pandawa.

Kemudian saya mulai mencari tahu penginapan murah di sekitar area-area tersebut.

Di pantai Sanur, banyak penginapan atau hotel murah. Tapi, ketika membaca review pengunjung yang ada di aplikasi OTA, minat saya menginap di sana jadi mundur.

Di Kintamani, saya tertarik untuk menginap di sekitar Danau Batur. Foto-foto yang beredar tentang matahari terbit di sana sungguh sangat menggoda saya. Tapi sayangnya room rate cukup tinggi.

Dan untungnya saya tidak jadi menginap di sana. Karena ternyata dari Kuta menuju Kintamani itu sangat jauh. Apalagi kami berkendara dengan sepeda motor. Mungkin lain kali yaa.

--

Akhirnya saya memilih di sekitar Pantai Pandawa saja. Menurut maps, jaraknya 50 menit berkendara dari Kuta. Penginapan murah di dekat Pantai Pandawa pilihan saya adalah Pandawa Beach Homestay.

Tentu saja setelah meneliti melalui review pengunjung di aplikasi OTA :D. Penilaian dari pengunjung cukup bagus, ada di atas angka 8.

Lokasinya ada di pinggir jalan, persis sebelum jalan masuk ke pantai Pandawa. Namun, jika malam sangat gelap dan sepi sekali.

Kami datang jam 1 siang dan bisa langsung check in. Pemiliknya sangat ramah. Suasananya homey sekali. Kamar-kamar berjejer dan di depan kamar masing-masing ada teras yang disekat dengan tembok cukup tinggi.



Banyak pepohonan sehingga kamar menjadi teduh di tengah cuaca Bali yang panas. Di bagian ujung ada juga kolam renang kecil.

Di dalam kamar ada fasilitas lemari pakaian, lemari es, ac dan tv. Dapur dan kamar mandi jadi satu tanpa tanpa pintu, namun dari kamar dipisahkan dengan pintu. Dapurnya lengkap dengan kompor dan gas hanya saja tidak ada peralatan masak, harus pinjam dulu ke resepsionis. Kamar mandinya juga dilengkapi dengan shower air hangat.



Saat itu saya dapat rate Rp 260.000-an per malam sudah termasuk sarapan. Sarapannya ala bule, ada roti, omelet dan teh, dengan tambahan potongan buah. Lumayan lah yaa.


Fasilitas tambahan lainnya, jika kita menginap di Pandawa Beach Homestay ini maka dapat gratis akses masuk ke Pantai Pandawa. Cukup dengan menunjukkan kunci kamar saja. Dari homestay ke Pantai Pandawa hanya 5 menit berkendara dengan motor.

Untuk ke objek wisata lain di daerah Kuta Selatan seperti Uluwatu, GWK, dll, hanya perlu berkendara selama 20-30 menit saja. Mungkin lain kali jika ada kesempatan liburan ke Bali lagi, saya akan menginap di sini lebih lama.

Karena saat itu kami hanya menginap satu malam saja. Sedangkan cuaca keesokan harinya kurang bagus. Pagi-pagi sudah mendung gelap lalu hujan disertai angin yang cukup kencang.

Kami tidak sempat turun ke pantai Pandawa. Jadi hingga check out hanya tidur-tiduran di kamar. Ah, jadi cuma pindah tidur saja ceritanya. Hanya lelah bongkar isi tas saja.


 

3. Airy Legian Pandawa 1 Kuta

Hotel terakhir ini saya booking mendadak saat kami sudah beberapa hari di Bali dan memutuskan untuk memperpanjang waktu liburan. Beruntunglah jaman sudah serba canggih. Jadi, saya sebagai travel planner tidak terlalu bingung.

Pesan AyahKei saat mencari hotel tambahan ini adalah yang dekat dengan jalan besar dan tidak terlalu jauh dengan pool bus agar tidak terburu-buru saat kepulangan nanti.

Dan akhirnya ketemulah dengan Airy Legian Pandawa 1 Kuta yang berada di Jl Dewi Sri, dekat dengan Sunset Road Kuta. Harganya cukup murah, yaitu 160.000-an per malam, room only.

Dari 3 hotel yang kami singgahi, hotel ketiga ini yang paling kami sukai. Secara harganya yang murah tapi fasilitasnya sangat oke. Ruang kamar dan kamar mandinya bersih. Ada AC, lemari pakaian, televisi, dan kamar mandi dengan shower air hangat.
 

 


Di luar kamar ada semacam meja makan besar yang bisa digunakan bersama, serta terdapat peralatan makan, air mineral gratis juga teko air panas.
 


Petugasnya sangat ramah dan keamanannya sangat bagus, ada double kunci di pintu depan. Sehingga motor yang diparkir di teras terjaga keamanannya.

Walaupun ukuran kamarnya bisa dibilang kecil, tapi nyaman bagi kami. Hanya saja ukuran kasurnya kurang pas untuk kami tidur bertiga bareng si kecil yang tidurnya suka muter-muter.

Untuk lokasinya bisa dibilang strategis yaa. Walaupun masih di kawasan Kuta, tapi saat keluar masuk hotel tidak kena macet. Dekat dengan toko oleh-oleh Krisna, hanya 5 menit naik motor. Dekat dengan berbagai macam resto fastfood tapi ada juga warung makanan murah di sekitarnya.

---

Sekian informasi mengenai Hotel dan Penginapan Murah di Bali. Semoga bisa menjadi referensi buat teman-teman yang sedang merencanakan liburan. Atau ada rekomendasi lainnya? Boleh share di kolom komentar yaa ^_^

You Might Also Like

0 comments